;
Pemilik dari peternakan ini adalah bapak Soehartono Soeratman. Kp. Batu Beulah desa situ udik. Dalam peternakan ini, beliau memiliki 60 ekor sapi, dengan 24 ekor sapi yang produktif (yang menghasilkan susu). Waktu pemerahan sapi adalah pukul 05.00 pagi dan 15.30 sore hari. Tiap ekor sapi mampu menghasilkan 15 liter susu setiap harinya. Sehingga dapat diperoleh sekitar 300 liter susu segar setiap harinya. Hasil produksi dari peternakan ini langsung dijual kepada koperasi terdekat dengan harga 3.250 rupiah perliter. Peternakan sapi ini juga memiliki resiko kematian dengan tolak ukur jika 3 hari demam, maka sapi tersebut akan mati. Selain menghasilkan susu, peternakan ini juga memiliki penghasilan sampingan, yaitu pupuk fermentasi, hasil biogas dari kotoran sapi. Bapak Soehartono ini hanya memiliki 4 orang pegawai yang mengurus 1 kandang tiap orangnya.
Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur pangan yang kaya manfaat, diantaranya yaitu sebagai makanan, menurunkan kolesterol, sebagai antibakterial dan antitumor. Jamur tiram juga memiliki nutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak dan kalori. Karena karakternya yang kaya manfaat dan enak dikonsumsi, jamur tiram putih menjadi salah satu bahan makanan yang minati masyarakat. Hal ini tentu saja menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan. Roby, adalah salah satu orang yang jeli melihat peluang ini. Beliau mendirikan budidaya jamur ini, di Desa Situ Udik tepat di Kp. Gunung Handeleum. Dengan budidaya jamur ini, beliau mampu membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Meski baru berjumlah 4 orang, petani jamur milik beliau ini mampu menghasilkan 1 ton jamur perbulan. Jamur yang menggunakan botol sebagai media tanam ini, mampu dipanen hingga 4-5 kali panen per 2 bulan. Namun, budidaya jamur tiram di desa ini belum mendistribusikan hasil panennya secara langsung ke pasar, sehingga jamur – jamur yang siap jual, hanya mampu dijual kepada distributor dengan harga Rp. 7000,- per kilogramnya.
Peternakan kelinci ini dikelolola oleh suatu badan organisasi pembudidayaan Bina Sejahtera. Dalam setahun, Kelinci dewasa di peternakan ini melahirkan sebanyak lima kali dimana sekali melahirkan menghasilkan 4-9 ekor bayi kelinci. Hasil penjualan kelincinya pun sangat baik. Dalam satu bulan peternakan ini dapat menjual 100 ekor anak kelinci. Satu ekornya berharga 10 ribu rupiah. Setiap minggunya, ada distributor yang datang langsung ke peternakan untuk memborong beberapa ekor kelinci sekaligus. Makanan pokok kelinci-kelinci ini adalah Dedak dan rumput liar. Untuk rumput liar. Dalam hal perawatan, para kelinci ini dirawat hanya satu orang per 100 kelinci. Tingkat kematian hewan ternak ini mempunyai persentase yang cukup kecil setiap bulannya, dimana 5% anak kelinci dan 5% kelinci dewasa.
Pak wawan, Kp. Kunak I desa situ udik. sang pemilik peternakan telah menekuni bidang ini setidaknya selama 2 tahun. Dalam peternakannya, beliau menghasilkan ayam kecil. 1 kandang memiliki kapasitas antara 2000 – 5000 ekor. Proses merawat ayam sekitar 3 minggu atau hingga berat ayam kira – kira 8 ons. Hasil ternak dijual kepada pemborong. Harga perkilonya adalah 15.000 rupiah. Penghasilan sekali panen setidaknya adalah 2000 ekor x Rp.15.000,- = Rp.30.000.000,- Resiko kematian dalam ternak ini adalah sekitar 2-3 ekor ayam perhari. Pak wawan mempekerjakan 2 orang pegawai yang berdomisili di sekitar peternakan. Pembagian gaji pegawainya disesuaikan dengan keuntungan hasil tiap panen.